Beredar, Video Rekaman Jaksa di Labuhan Deli Terima Suap

suap2Medan, BeritaPrima.com — Video berisi rekaman penyuapan terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) berinisial EKP beredar di masyarakat. Dalam rekaman berdurasi sekitar 8 menit terlihat jelas EKP yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cabang Labuhan Deli, Belawan, Sumatera Utara, menerima uang yang dimasukkan ke amplop berwarna coklat.

Dari percakapan di rekaman, diketahui jumlah uang yang diberikan kepada jaksa perempuan itu sebesar Rp 18 juta. Tujuannya, untuk memuluskan kasus kecelakaan lalu lintas dengan terdakwa berinisial AR.

Ditemani WY, AR langsung memberikan uang di ruang kerja EKP. “Saya sudah membawa uangnya ini, nilainya Rp 18 juta seperti yang ibu minta,” kata AR dalam video amatir tersebut. “Ini jumlahnya pas?” tanya EKP kepada AR sambil memasukkan uang ke laci kerjanya.

Video ini direkam WY menggunakan alat perekam video berbentuk pulpen yang dipasang di kantong bajunya. EKP tidak mengetahui kalau dirinya direkam. Keduanya lalu mengedarkan video itu ke masyarakat. Mereka mengaku sudah diperiksa Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Aswas Kejati Sumut) terkait rekaman tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Chandra Purnama mengatakan, pihaknya telah memeriksa WY dan AR, dan akan memanggil oknum jaksa.

“Kita sudah memeriksa pemilik video. Saat ini masih melakukan penyidikan, kalau ini terbukti tentu akan ada sanksi yang tegas,” kata Chandra, Senin (25/3/2013).

Menurut Chandra, Kejati Sumut tidak akan main-main dalam kasus seperti ini. Sebab bisa merusak nama baik. Setiap jaksa yang tersangkut suap akan ada sanksi yang tegas.

“Kita sudah miliki videonya. Masih dalam pemeriksaan dan ini akan terus berjalan,” tegasnya.

WY yang berhasil dihubungi wartawan mengaku merekam karena tidak senang dengan perlakukan oknum jaksa. Menurutnya, pemberian uang suap terjadi pada 20 Juli 2012 lalu. Berawal dari kecelakaan lalu lintas di Februari 2012 yang dialami AR dan ditangani Satlantas Polres KP3 Belawan.

“Kami sudah berdamai dengan korban. Tapi kasusnya tetap naik ke pangadilan. Di situlah kami merasa banyak kejanggalan dalam proses hukumnya,” kata WY.

Setelah kasusnya sampai ke pengadilan, jaksa EKP memerintahkan supaya AR ditahan. “Di situlah jaksa meminta uang kepada kami agar tidak ditahan dan dijadikan tahanan kota. Karena tak senang, saya pun rekam video ketika memberikan uang itu,” tegasnya.

Categories: Hotnews, Peristiwa

About Author

beritaprima.com

BeritaPrima.com merupakan portal berita utama nasional yang lebih mengedepankan aktualitas dan ketajaman dalam mengungkapkan fakta di lapangan.

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*